Breaking News

Rangkuman Jurnal Penerapan Value Engineering pada Proyek Gedung Serbaguna X


Jurnal Penerapan Value Engineering pada Proyek Gedung Serbaguna X

Penulis: Ferdinand dan Adianto  

Terbitan: JOSC – VOL. 1 NO. 2 MARET 2022 (E-ISSN 2808-2869)

Jendelakita.my.id. - Dalam upaya meningkatkan efisiensi biaya dan kualitas dalam proyek konstruksi, penerapan value engineering menjadi sangat penting. Artikel ini membahas penerapan value engineering pada proyek Gedung Serbaguna X yang berlokasi di Kota Medan, dengan nilai kontrak sebesar Rp57.770.000.000,00 dan luas bangunan mencapai 6.985,237 meter persegi. Proyek ini dirancang memiliki tujuh lantai dan satu basement, serta berdiri di atas tapak seluas 1.052 meter persegi. Penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi jenis pekerjaan yang memiliki potensi penghematan biaya terbesar, yang dalam hal ini adalah pekerjaan struktur, yang menyumbang 26,03% dari total biaya proyek. Dengan waktu pelaksanaan yang terbatas, analisis value engineering difokuskan pada subpekerjaan yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap penghematan biaya.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis cost/worth ratio, yang bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi biaya dari berbagai subpekerjaan. Setiap komponen pekerjaan diidentifikasi, dan biaya serta nilai dari masing-masing komponen dihitung. Hasil analisis menunjukkan bahwa subpekerjaan pelat lantai dan atap serta insulasi memiliki nilai cost/worth ratio tertinggi, yang mengindikasikan potensi penghematan biaya yang besar. Tabel-tabel yang disajikan dalam artikel ini memberikan rincian mengenai biaya dan nilai dari berbagai komponen, serta perhitungan rasio yang relevan.

Selanjutnya, artikel ini menjelaskan langkah-langkah dalam analisis fungsi menggunakan FAST diagram, yang membantu dalam penjabaran fungsi dari masing-masing subpekerjaan. Dengan menggunakan pendekatan ini, tim proyek dapat mengidentifikasi fungsi dasar dan sekunder dari setiap komponen, sehingga dapat merumuskan alternatif desain yang lebih efisien. Proses ini melibatkan pengumpulan data primer dan sekunder, termasuk observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara dengan pihak terkait, seperti konsultan dan kontraktor.

Setelah analisis dilakukan, alternatif desain yang dihasilkan disajikan kepada pemilik proyek, lengkap dengan rekomendasi mengenai efektivitas biaya, keuntungan, dan kerugian dari setiap alternatif. Pendekatan decision matrix diterapkan untuk memilih alternatif terbaik dengan mempertimbangkan berbagai kriteria, seperti biaya, waktu, mutu, metode pelaksanaan, dan ketersediaan material. Penilaian dilakukan menggunakan skala Likert, yang memungkinkan tim untuk mengevaluasi setiap alternatif secara sistematis.

Hasil dari penerapan value engineering dalam proyek Gedung Serbaguna X menunjukkan bahwa analisis cost/worth ratio dan penggunaan FAST diagram dapat memberikan wawasan yang berharga dalam pengambilan keputusan desain. Dengan mengidentifikasi subpekerjaan yang memiliki potensi penghematan biaya terbesar, proyek ini dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan efisiensi keseluruhan. Artikel ini menekankan pentingnya penerapan value engineering dalam proyek konstruksi, terutama dalam konteks penghematan biaya dan peningkatan kualitas, yang sangat relevan di tengah tantangan yang dihadapi oleh industri konstruksi saat ini.

Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang penerapan value engineering dalam proyek konstruksi, serta menawarkan metode yang dapat diadopsi oleh praktisi di lapangan untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam proyek-proyek mendatang.